Rabu, 29 April 2015

Mencangkok Tanaman Mangga



Mencangkok Tanaman Mangga.

Kali ini kita akan belajar pembiakan tanaman buah mangga dengan teknik mencangkok. Mencangkok adalah teknik pengembangbiakan tanaman yang menggunakan organ vegetatif tanaman karena kualitas buahnya terjaga sama seperti induknya.Cara ini tergolong cukup murah, praktis dan dapat dipraktikkan oleh siapa saja yang ingin belajar.

Dalam proses pencangkokan hendaknya lapisan kambium batang dihilangkan. Kambium berperan besar dalam membentuk xylem dan floem, dengan dibersihkannya lapisan kambium pada waktu penyayatan maka zat-zat makanan ataupun segala sesuatu yang berasal dari daun-daun di bagian atas sayatan tidak mengalir ke bawah sayatan atau akar yang nantinya akan terjadi penumpukan auksin dan karbohidrat dan dengan media tanah yang digunakan auksin dan karbohidrat akan menstimulir timbulnya akar pada batang di bagian atas sayatan.

Pencangkokan sebaiknya dilakukan pada musim hujan sehingga akan membantu dalam menjaga kelembaban media sampai berakar. Namun dapat saja dilakukan dimusim panas dengan tetap memperhatikan kelembaban cangkokan dengan cara penyiraman. Pembuatan cangkok pada satu pohon tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak, karena akan mengganggu atau merusak pohon tersebut untuk itu kondisi tanaman indukan harus tetap diperhatikan.

Kelengkapan Peralatan Untuk Pencangkokan
Sebelum melakukan pencangkokan persiapkan terlebih dahulu air panas, gula dan kopi jika perlu ditambah dengan sedikit gorengan pisang (bahan-bahan tersebut akan berguna menemani anda saat mulai bekerja) hehe.

Persiapkan beberapa alat perlengkapan sebagai berikut :
  1. Pisau yang tajam
  2. Media pembungkus (bisa dari serabut kelapa atau plastik transparan)
  3. Tali (untuk mengikat sisi cangkokan)
  4. Ember atau apa saja media lain untuk menampung air
  5. Campuran tanah subur (bisa menggunakan campuran Pupuk kandang : serabuk gergaji perbandingan 1:1:1)
Langkah Langkah Mencangkok (Praktek Langsung)
  1. Pastikan bahwa Pohon induk yang akan dicangkok merupakan tanaman dari varietas unggul (ini penting karna hasil cangkokan akan meniru sifat pohon induknya)
  2. Tentukan cabang yang lurus dan cukup besar agar nanti pohon cukup kuat untuk mandiri, kira kira berdiameter 3 cm
  3. Kerat pangkal cabang menggunakan pisau. Kerat sekali lagi dari keratan pertama berjarak sekitar satu kepalan tangan atau 5 cm.
  4. Buanglah kulit luar antara keratan tadi
  5. Setelah kulit kayu bersih, kerok lendir/getah sampai bersih dan kayu tidak licin lagi
  6. Ambil media pembungkus (serabut kelapa atau plastic) secukupnya ikat bagian bawah dulu
  7. Bentuk sedemikian rupa sehingga membentuk penampung, isi dengan campuran tanah yang sudah dipersiapkan. Isian harus cukup padat dengan cara ditekan-tekan, hal ini agar
  8. Ikat bagian atas serabut atau plastik dan pastikan campuran tanah tertutup rapat
  9. Buatlah lubang lubang untuk pembuangan air berjarak 1 cm antar lubangnya (jika medianya adalah plastik)
  10. Siram air sampai air menetes dari cangkokan
  11. Jaga Kelembaban cangkokan dengan cara penyiraman
  12. Setelah akarnya banyak potong dari induknya, dipisahkan dan tanam di tempat yang telah ditentukan


Proses mencangkok mangga pun selesai, namun demikian, setidaknya seminggu sekali Anda harus melihat dan meneliti hasil dari pencangkokan tersebut. Apabila kering, segera siram dengan cara membuka tali pengikat bagian atas cangkokan. Akar akan tumbuh pada batang yang dikupas dan ditutupi dengan tanah yang subur setelah usia cangkokan sekitar dua atau tiga minggu.  Setelah anda merasa akar cangkokan tersebut telah cukup, potong hasil cangkokan dan segera tanam di tanah yang gembur dan subur. Bagaimana, cara mencangkok mangga cukup mudah bukan? Selamat mencoba ya!

Kamis, 09 April 2015

Mengatasi Kerontokan Buah Pada Jambu Air Madu Deli




Mencegah Buah Jambu Air Tidak Rontok

Catatan ini disusun untuk menjawab keluhan dan pertanyaan beberapa teman seputar pengalaman tabulampot jambu air madu deli dihalaman rumahnya yang mengalami kerontokan ketika masa awal pembuahan. Kami mencoba memberikan tips berdasar pengalaman pola perawatan Jambu Madu Deli di kebun kami serta beberapa sumber lain.

Tanaman jambu air yang sedang berbunga perlu mendapat perhatian ekstra agar bunganya tidak gampang rontok dan buahnya bisa lebat. 

Banyak dijumpai tanaman buah air yang berbunga hingga berbuah lebat. Namun saat waktu yang ditunggu untuk melihat buah-buah jambu air berkembang matang, pupus karena buah jambu air rontok sebelum matang. Bagaimana ini terjadi dan cara mengatasinya. 

Berikut Ulasanya : 

a.      Penyebab Kerontokan
1.      Kerontokan karena faktor fisiologis kimiawi :
Kandungan nutrisi, khususnya hara fosfat (P) dan kalium (potassium = K) yang terbatas dalam tanah atau media tanam tabulampot menjadi faktor penyebab utama kerontokan bunga dan bakal buah atau buah yang sedang mengalami proses pembesaran. Jika kandungan kalium dalam tanah sangat terbatas, maka kerontokan buah akan menjadi lebih banyak. Kerontokan buah ini akan semakin parah jika pasokan air dari dalam tanah ke tanaman juga terbatas. Jika kerontokan buah disebabkan oleh faktor “malnutrisi” kalium, maka pemberian pupuk kalium, baik dalam bentuk tunggal (Kalium Chloride, KCl) maupun dalam bentuk majemuk (Kalium nitrate, KNO3) dapat menjadi solusi untuk mengatasi kerontokan buah. Pemberian pupuk yang mengandung kalium harus dilakukan seawal mungkin, sebelum pembungaan berlangsung dan pasca persarian selesai sehingga pemanfaatan unsur hara oleh tanaman dapat terjadi secara optimal. Pada beberapa kasus, pemberian pupuk fosfat yang dikombinasikan dengan kalium (pupuk MKP, mono kalium phosphate, KH2PO4 misalnya) sangat membantu tanaman untuk berbunga dan berbuah dengan normal karena pasokan kalium diberikan dalam jumlah lebih sedikit, namun diberikan bersamaan dengan pemberian fosfat yang sangat dibutuhkan tanaman saat memasuki periode vegetatif untuk berbunga dan berbuah. Pasokan air sebagai salah satu komponen utama dalam proses fotosintesis juga akan sangat membantu mencegah timbulnya masalah kerontokan bakal buah. Pasokan air yang cukup jangan diartikan bahwa tanaman harus mendapatkan air dalam jumlah berlebihan, namun harus dimaknai bahwa kondisi tanah di sekeliling media tanam haruslah selalu berada dalam keadaan lembab (bukan becek, apalagi tergenang), untuk memastikan bahwa pasokan air selalu tersedia saat dibutuhkan oleh tanaman untuk proses persarian, pembesaran dan pemasakan buah. Ketersediaan kalium dan fosfat yang baik akan lebih bermakna bagi tanaman jika ketersediaan air juga mencukupi, sehingga proses pembentukan dan pengisian buah akan berlangsung dengan baik pula.

2. Kerontokan karena faktor biologis :
Pasca persarian bunga, seharusnya diikuti oleh pembentukan bakal buah yang akan berkembang menjadi buah sempurna, namun sering terjadi bakal buah rontok karena terserang beberapa jenis hama maupun penyakit buah. Hama-hama ini umumnya menyerang, dimulai pada saat pembentukan kelopak bunga hingga pembentukan bakal buah pasca persarian bunga. Beberapa hama berwujud ulat yang memakan bakal buah yang baru terbentuk, hama penggerek berupa serangga yang menghisap cairan sel bakal buah yang baru terbentuk, serta beragam jenis kutu penghisap cairan sel yang mengeluarkan sejenis madu yang disukai oleh semut. Simbiosis antara kutu dengan semut ini menimbulkan gejala lapisan hitam (embun jelaga) di sekujur bakal buah dan daun di sekelilingnya. Selain merusak buah muda, tampilan tanaman secara keseluruhan juga menjadi jelek karena lapisan jelaga hitam terlihat mengotori tanaman. Selain itu, jelaga hitam juga menghalangi daun tanaman untuk berfotosintesis dengan normal, dan mengurangi jumlah fotosintat yang terbentuk untuk disimpan sebagai cadangan bahan kering (biomassa) di dalam tubuh tanaman.

3. Kerontokan karena faktor fisik :
Di musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi, yang mengguyur terus-menerus dengan intensitas jangka waktu panjang, menjadi penyebab utama rontoknya bunga atau bakal buah pasca persarian. Dalam kondisi basah, benangsari (alat kelamin jantan pada bunga) lengket satu sama lain karena terikat oleh air, benangsari tidak bisa bertemu dan membuahi kepala putik (alat kelamin betina pada bunga). Sebaliknya di musim kemarau, suhu panas yang ekstrim disertai dengan pengaruh kelembaban yang rendah di siang hari, juga menjadi faktor fisik penyebab kegagalan persarian, karena pada suhu ekstrim, viabilitas atau daya hidup dan vigor benangsari menjadi sangat rendah (singkat) sehingga sulit bagi benangsari untuk tetap viabel dan membuahi kepala putik. Akibat kedua penyebab utama ini, bunga akhirnya layu dan gagal membentuk bakal buah karena proses persarian bunga tidak berlangsung secara normal.
Buah Jambu Madu Deli

Langkah Dasar Perawatan
Jaga agar tanaman jambu air tidak rusak
Kerusakan tanaman jambu air, perlu kita ketahui. Kerusakan mungkin dapat berupa ulah manusia dan juga akibat dari faktor hama, cuaca dan penyakit lainnya. Tanaman jambu air yang akan atau sedang berbunga atau berbuah kesehatannya harus dalam kondisi puncak.   Jika pada saat kondisi bunga dan buah dalam kondisi lebat, kerusakan kecil dapat membuat kerontokan pada bunga dan buah jambu air. Jaga jangan sampai daun-daun gundul baik akibat manusia maupun ulat pemakan daun. Jangan memangkas secara sembarangan. Jaga jangan sampai akar membusuk atau terkena deringan hama. 

Tanaman yang sedang berbunga atau berbuah, banyak memerlukan karbondioksida dan sinar matahari yang akan diambil oleh daun untuk proses fotosintesis dalam memproduksi karbohidrat dan gula yang nantinya akan disimpan dalam bentuk daging buah. Dalam kondisi daun tanaman mengalami kerusakan seperti diatas. Pembentukan karbohidrat akan terganggu. Gangguan ini akan menjadikan pertumbuhan bunga dan buah jambu air terhambat. Sehingga bunga dan buah jambu air walaupun sudah tumbuh dan lebat, seketika akan rontok. 

Janga jangan sampai tanaman jambu air kelebat

Lho..kok! betul jika tanaman jambu air tumbuh subur, dan rimbun karena banyak pupuk nitrogen yang hanya mendorong pertumbuhan vegetatif (daun dan cabang) saja, pertumbuhan generatifnya (pembentukan buah dan bunga ) justru akan terhambat. Oleh sebab itu, jika kita lihat tanaman jambu air kelebat subur, kurangilah kerimbunan daun dengan pemangkasan. Namun dalam pemangkasan perlu dilakukan hati-hati. 

Pada jambu air Madu, hormon diproduksi tepung sari ketika persarian. Produksi hormon itu akan berkurang jika tanamannya terserang penyakit. Kekurangan hara (pupuk) atau gangguan lain. Jika produksi hormon berkurang, bunga atau buah yang sudah terlanjur tumbuh akan mudah rontok karena tumbuhnya callus pada bagian ujung tangkai buah yang menempel pada cabang atau ranting tanaman. Callus adalah kulit baru yang memisahkan tangkai buah dengan cabang atau ranting tempat ia menempel. Karena dipisahkan oleh callus, buah jambu air akan mudah rontok. 

Jambu Madu Deli Hijau

Bagaimana Mencegah buah jambu air rontok?
Buah jambu air akan selamat dari kerontokan dengan cara-cara berikut;
1.    Senantiasa mengusahakan agar tanah di sekitar tanaman selalu poros, supaya air tidak gampang   menggenangi tetapi juga tidak cepat mengering.
2.      Memberi pupuk yang mengandung unsur N, P, dan K yang seimbang
3.      Cukup Kebutuhan Hara makro-mikro tanah dengan aplikasi pupuk organik


Semoga bermanfaat...Selamat Mencoba

Kunjungi Kebun Kami di :
Jl.T.Amir Hamzah Km.28,5 
Binjai - Sumatera Utara.
CP : 085276720954 (Nizam)
Tersedia aneka bibit tanaman jambu, tanaman buah & Tanaman perkebunan